Sejarah Koperasi

Acara Rapat Anggota Tahunan

Sejarah dan Perkembangan Koperasi Karyawan

Koperasi Karyawan PT KMI Wire and Cable Tbk ini didirikan pada 28 November 1981. Tanggal tersebut yang resmi tercatat di akta pendirian. Namun secara organisasi sebagai cikal bakal koperasi ini didirikan pada pada April 1976 dengan nama simpan pinjam. Berikut urutan perjalanan dan perkembangannya:

Hilman Munawar - Pendiri Koperasi Kokami
Hilman Munawar

Pendirian Simpan Pinjam Tahun 1976

Kepengurusan ke 1 : Hartono 1976-1979
Ketua Hartono, Sekretaris Darmadi, Bendahara M. Mochtar

Usaha simpan pinjam sebagai cikal bakal berdirinya koperasi didirikan pada April 1976 di rumah Kakak dari Hilam Munawar yang berlokasi di Jl. Agus Salim, Depan Pabrik Tekstil Patal Kota Bekasi. Dalam pendirian tersebut dihadiri oleh seluruh foreman dan beberapa operator bagian produksi perusahaan yang saat itu bernama PT Kabelmetal Indonesia. Ada sekitar 20 orang yang menghadiri pendirian organisasi tersebut. Sehubungan keterbatasan daya ingat para nara sumber ke penulis, tidak semua yang hadir ingat namanya, beberapa orang yang masih diingat namanya diantaranya : Hartono, Djoko Saryanto, M Mochtar, Darmadi, Sumardi, N.S. Nasir, Hilman Munawar, Sumarsudi, Jono Suwito, Karsono, Nizamudin. Tujuan awal didirikannya usaha simpan-pinjam saat itu adalah untuk menyediakan talangan dana sementara bagi anggota yang telah berobat lalu tuker kwitasni ke perusahaan. Sementara dana berobat belum cair dari perusahaan, anggota bisa meminjam uang ke simpan pinjam sebagai dana talangan sementara. Dana talangan akan dikembalikan setelah dana berobat cair dari perusahaan. Atas kendala yang ada dan atas inisiatif dari beberapa foreman dan operator, maka dibentuklah organisasi usaha simpan pinjam dimana anggotanya adalah sebagian besar karyawan yang dengan suka rela mendaftarkan diri sebagai anggota. Mengapa yang berinisiatif membentuk usaha simpan pinjam ini foreman dan operator?, karena pada saat itu level foreman dan operator di perusahaan yang pendapatan bulanannya rendah, sehingga ketika ada kebutuhan diluar kebutuhan rutin terjadi masalah. Usaha simpan pinjam saat itu pengelolaannya masih bersifat mandiri tidak melibatkan perusahaan atau pihak luar, uang untuk iuran bulanan juga masih ditagih langsung ke anggota satu persatu lalu dicatat secara manual oleh petugas koperasi. Begita juga dengan dana yang terkumpul, disimpan oleh bendahara secara personal.

Setelah usaha simpan pinjam didirikan, di hari yang sama dibentuk kepengurusan perdana yang disiisi oleh para pendiri dengan susunan sebagai berikut : Ketua Hartono, Sekretaris Darmadi dan Bendahara M. Mochtar. Program awal yang dijalankan adalah perekrutan anggota dan pengumpulan iuran sebagai modal awal usaha simpan pinjam. Kepengurusan awal ini berlangsung selama tiga tahun dari tahun 1976 hingga tahun 1979.

M. Muchtar - Pendiri Koperasi
M. Muchtar

Pendirian Koperasi Tahun 1981

Kepengurusan ke 2 : Djoko Saryanto 1978-1981
Ketua Djoko Saryanto, Sekretaris Darmadi, Bendahara M. Mochtar

Pada tahun 1979 pemilihan ketua untuk kepengurusan berikutnya diadakan di rumah M. Mochtar, Jl. Kartini Gang Mawar 7 No. 13 Kota Bekasi. Pada pertemuan ini terpilih ketua baru dengan susunan kepengurusan sebagai berikut : Ketua Djoko Saryanto, Sekretaris Darmadi dan Bendahara M. Mochtar. Pada kepengurusan kedua ini usahanya bukan hanya simpan pinjam tapi sudah ada jual beli barang. Namun jenis barangnya masih terbatas. Usaha simpan pinjam sudah berjalan tiga tahun namun belum memiliki tempat di lingkungan perusahaan sementara dana dari iuran anggota sudah mulai banyak, pengurus mulai memikirkan untuk menyimpan dana tersebut agar aman dan bisa berkembang. Dan munculah ide, dana yang ada disimpan dalam bentuk saham. Namun untuk bisa membeli saham, usaha simpan pinjam ini harus berbadan hukum. Maka pada tanggal 27 November 1981 didirikanlah koperasi oleh lima orang karyawan PT Kabelmetal Indonesia : 1. DJOKO SARYANTO, Alamat : Jl. Ikhlas V No.4 Tebet Timur Jakarta 2. KARSONO, Alamat : Cakung RT. 07, RW.13, Kel. Cakung, Jakarta Timur 3. N.S. NASIR, Alamat : Desa Setiadarma,RT.07 RK. IV/II, Tambun Bekasi 4. DARMADI, Alamat : Cakung RT. 008, RW. 04, Kel. Cakung, Jakarta Timur 5. SUMARSUDI, Alamat : Warung Jengkol RT. 001/01 Kel. Pegangsan II Jakarta Dan langsung didaftarkan ke notaris, hasilnya organisasi usaha simpan pinjam resmi berubah menjadi koperasi dan Berbadan Hukum No 1524/B.H/I Tanggal 03-05-1982. Usaha simpan pinjam berubah menjadi koperasi ini dilakukan di masa kepengurusan Djoko Saryanto. Namun kepengurusan ini tidak berlangsung lama, hanya dua tahun saja. Karena pada tahun 1981 ketua koperasinya keluar kerja dari PT Kabelmetal Indonesia yang kemudian digantikan oleh personil lain dalam kepengurusan.

Melanjutkan Program Sebelumnya

Kepengurusan ke 3 : Sumardi 1981-1984
Ketua Sumardi, Sekretaris Darmadi, Bendahara M. Mochtar

Pada kepengurusan berikutnya diketuai oleh Sumardi, sama seperti kepengurusan sebelumnya. Program yang dijalankan melanjutkan program yang sudah ada yakni simpan-pinjam dan jual beli barang dari dan ke anggota, termasuk jualan kabel. Kepengurusan Sumardi mulai tahun 1981 hingga 1984.

Melanjutkan Program Sebelumnya

Kepengurusan ke 4 : N.S. Nasir 1984-1987
Ketua N.S. Nasir, Sekretaris Darmadi, Bendahara Hilman Munawar

Setelah selesai masa kepengurusan Sumardi, kepengurusan berikutnya diketuai oleh N.S. Nasir. Kepengurusan periode ini melanjutkan program-program sebelumnya. Namun untuk bendahara ada pergantian dari yang semula berturut-turut dijabat oleh M. Mochtar diganti oleh Hilman Munawar. Untuk Sekretaris sendiri masih tetap dijabat oleh Darmadi. Usaha jual beli yang sudah berjalan dari kepengurusan awal mulai ada peningkatan. Sehubungan belum memiliki tempat di lingkungan perusahaan, koperasi menyewa tempat usaha di depan lingkungan perusahaan dengan menjual berbagai macam kebutuhan pokok.

Sumarsudi - Pendiri Koperasi
Sumarsudi

Melanjutkan Program Sebelumnya

Kepengurusan ke 5 : Sumarsudi 1987-1993
Ketua Sumarsudi, Sekretaris Darmadi, Bendahara Jono Suwito

Setelah selesai masa kepengurusan N.S. Nasir, kepengurusan berikutnya diketua oleh Sumarsudi. Seperti kepengurusan sebelumnya, kepengurusan periode ini melanjutkan program yang sudah berjalan dengan dana simpan pinjam yang meningkat serta usaha jual beli mulai berkembang. Untuk kepengurusan sendiri ada perubahan di bendahara dimana bendahara dikepengurusan sebelumnya dijabat oleh Hilman Munawar digantikan oleh Jono Suwito. Untuk sekretaris masih tetap dijabat oleh Darmadi.

Koperasi Mengalami Peningkatan

Kepengurusan ke 6 : Karsono 1993-1998
Ketua Karsono, Sekretaris Darmadi, Bendahara Jono Suwito

Periode kepengurusan ini diketuai oleh Karsono. Usaha jual beli terus mengalami peningkatan dan koperasi mulai memanfaatkan ruangan kosong untuk usaha koperasi secara tidak resmi yang lokasinya di samping musola, satu gedung dengan kantin perusahaan sebagai tempat usaha jual beli barang-barang kebutuhan pokok serta barang-barang kebutuhan lainnya. Kepengurusan ini berakhir tahun 1998 karena ketua dan bendaharanya terkena PHK akibat adanya rasionalisasi dari perusahaan imbas dari adanya krisis ekonomi Indonesia yang terkenal dengan istilah krisis moneter.

Koperasi Bubar Tahun 1998

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi parah, di Jakarta dan di beberapa kota lainnya terjadi huru-hara : terjadi penjarahan di sentra-sentra niaga, pembakaran gedung-gedung, banyak perusahaan gulung tikar. Ekonomi Indonesia lumpuh dan berimbas juga kepada PT Kabelmetal Indonesia tempat bernaungnya koperasi. Orderan perusahaan tidak ada yang masuk, produksi kabel terhenti, perusahaan tidak ada pemasukan, sementara biaya operasional perusahan harus tetap jalan. Agar tetap berdiri dan tidak bankrut, perusahaan melakukan rasionalisasi dengan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran terhadap karyawan, termasuk di dalamnya ketua dan bendahara koperasi yang saat itu masih dijabat oleh Karsono dan Jono Suwito ikut terkena PHK. Karena koperasi saat itu masih mandiri belum ada kerjasama dengan payroll perusahaan, beberapa anggota yang terkena PHK yang masih memiliki hutang di koperasi banyak yang tidak mengembalikan pinjamannya. Kepengurusan koperasipun bubar dan kegiatan koperasi berhenti.

Nizamudin - Pendiri Koperasi
Nizamudin

Kembali Menghidupkan Koperasi

Kepengurusan ke 7 : Nizamudin 1999-2002
Ketua Nizamudin, Sekretaris Darmadi, Bendahara Budi Utomo

Dalam kondisi ekonomi yang belum pulih ini beberapa pendiri dan pengurus koperasi lama yang masih tersisa tidak terkena PHK berusaha menghidupkan kembali koperasi. Pada tahun 1999 kepengurusan koperasi dibentuk lagi dengan kesepakatan tiga orang saja, dipilihlah Nizamudin menjadi ketua koperasi, dengan sekretaris Darmadi dan Bendahara Budi Utomo. Pekerjaan pertama kepengurusan ini melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan pengurus lama yang terkena PHK, mendata asset koperasi, mengumpulkan data simpan pinjam, dan mengaktifkan kembali keadministrasian koperasi. Anggota koperasi yang terkena PHK dan masih punya sangkutan hutang ditagih satu persatu didatangi ke tempat tinggalnya. Dalam kondisi ekonomi yang tidak bagus, tidak semua peminjam mampu mengembalikan hutangnya dan beberapa orang pulang kampung tidak bisa ditagih lagi.

Usaha-usaha yang sudah berjalan sebelumnya dihidupkan kemali dan menambah usaha-usaha baru untuk menambah kas koperasi yang sudah berkurang banyak akibat anggota yang gagal bayar hutang. Kali ini usaha yang dilakukan bukan hanya untuk mensuplai kebutuhan karyawan saja akan tetapi mulai mensuplai beberapa kebutuhan perusahaan tempat bernaung koperasi diantaranya : gula kopi, seragam karyawan, stasionary, kain majun dan sarung tangan. Kepengurusan ini berjalan selama tiga tahun mulai tahun 1999 hingga tahun 2002.

Noverman - Pendiri Koperasi
Noverman

Koperasi Resmi Diakui Perusahaan Tahun 2002

Kepengurusan ke 8 : Noverman Zuwardi 2002-2005
Ketua Noverman Zuwardi, Sekretaris Firdaus Hakim, Bendahara Jumiati

Usaha pengurus koperasi agar koperasi diakui perusahaa dan diberikan tempat khusus untuk usaha pernah diajukan oleh pengurus-pengus sebelumnya, namun belum membuahkan hasil. Setelah ketua kepengurusan koperasi dipegang oleh Noverman Zuwardi, manajemen mulai menerima usulan koperasi tersebut. Sehingga usaha simpan pinjam dan toko koperasi resmi melibatkan perusahan, dimana iuran anggota koperasi yang semula ditagih satu per satu ke anggota bisa dipotong langsung dari gaji oleh bagian payroll, serta koperasi juga diberikan tempat khusus untuk toko sebagai tempat usaha jual beli barang yang letaknya di pojok gedung bersebelahan dengan mushola satu gedung dengan kantin perusahaan.

Diaris - Pendiri Koperasi
Diaris Anka

Merubah Konsep Koperasi

Kepengurusan ke 9 : Diaris Anka 2005-2008
Ketua Diaris Anka, Sekretaris Alfi Nurhayati, Bendahara Jumiati

Pada kepengurusan yang diketuai oleh Diaris Anka. Ada beberapa perubahan dalam program kerjanya salah satunya program kemajuan toko. Dimana toko koperasi mulai dikonsep seperti mini market, ada peningkatan omset toko dari yang semula di bawah 100 juta per bulan, naik menjadi lebih dari 300 juta per bulan. Usaha ini terus berjalan ke kepengurusan berikutnya.

Supriadi A - Pendiri Koperasi
Supriadi A.

Melanjutkan Usaha Yang Sudah Berjalan

Kepengurusan ke 10 : Supriadi 2008-2011
Ketua Supriadi, Sekretaris Elmarifa, Bendahara Jumiati

Di kepengurusan yang diketuai oleh Supriadi, tetap melanjutkan usah usaha yang sudah berjalan. Selain beberapa kebutuhan perusahaan yang selamat ini disuplai, ada penambahan varian barang yang disupply ke perusahaan induk yaitu berupa benang 6, clamp kabel. Selain itu dilakukan juga kerjasama dengan developer perumahan untuk menjual unit rumah ke karyawan di lingungan perusahaan.

Sumarsono - Pendiri Koperasi
Sumarsono

Menaikan Plafon Pinjaman dan Tunjangan

Kepengurusan ke 11 : Sumarsono periode pertama 2011-2014
Ketua Sumarsono, Sekretaris Viani Sondakh, Bendahara Maria Sekarsari

Setelah berakhirnya kepungurusan Supriadi, kepengurusan berikutnya yang diketuai oleh Sumarsono periode pertama, selain melanjutkan program usaha yang sudah berjalan, program lain menaikan plafon pinjaman dan tunjangan sosial serta memulai digitaslisasi koperasi. Namun hingga akhir kepengurusan periode pertama berakhir program digitalisasi ini belum berhasil.

Hariyanto - Pendiri Koperasi
Hariyanto

Program Tabungan dan Belanja Indogrosir

Kepengurusan ke 12 : Hariyanto 2014-2017
Ketua Hariyanto, Sekretaris Andriana, Bendahara Jumiati

Berlanjut ke kepengursan berikutnya yang diketuai oleh Hariyanto program yang telah dijalankan meliputi tabungan qurban, tabungan umroh dan belanja indogrosir dengan barang diantar langsung ke koperasi, usahanyapun membuahkan hasil dengan meningkatnya SHU untuk anggota hingga tembus 1 miliar.

Royono - Pendiri Koperasi
Royono

Unit Usaha Transportasi dan Digitalisasi

Kepengurusan ke 13 : Royono 2017-2022
Ketua Royono, Sekretaris Astuti dan Alfian, Bendahara Ratna Dewi dan Irfan Colus

Kepengurusan ini berlangsung selama dua periode, kepengurusan periode pertama 2014-2017 : Ketua Royono, Sekretaris Astuti dan Bendahara Ratna Dewi. Pada periode pertama ini masih melanjutkan program yang sudah berjalan dari pengurus-pengurus sebelumnya serta ada program program insentif lainnya. Kepengurusan periode kedua 2017-2022 dengan susunan : Ketua : Royono, Sekretaris : Alfian, Bendahara : Irfan Colus Di periode kedua ini telah dibuka unit usaha baru dengan membeli satu unit truk untuk usaha transportasi dengan menyediakan jasa angkut untuk perusahan induk koperasi yakni PT KMI Wire and Cable Tbk serta melanjutkan program digitalisasi koperasi yang sudah digagas dari pengurus sebelumnya namun hingga akhir kepengurusan program ini belum berhasil juga.

Krisis Pandemi Covid-19 Tahun 2020

Kepengurusan ini berlangsung selama dua periode, kepengurusan periode pertama 2014-2017 : Ketua Royono, Sekretaris Astuti dan Bendahara Ratna Dewi. Pada periode pertama ini masih melanjutkan program yang sudah berjalan dari pengurus-pengurus sebelumnya serta ada program program insentif lainnya. Kepengurusan periode kedua 2017-2022 dengan susunan : Ketua : Royono, Sekretaris : Alfian, Bendahara : Irfan Colus Di periode kedua ini telah dibuka unit usaha baru dengan membeli satu unit truk untuk usaha transportasi dengan menyediakan jasa angkut untuk perusahan induk koperasi yakni PT KMI Wire and Cable Tbk serta melanjutkan program digitalisasi koperasi yang sudah digagas dari pengurus sebelumnya namun hingga akhir kepengurusan program ini belum berhasil juga.

Royono - Pendiri Koperasi
Sumarsono

Menghadapi Tantangan Pasca-Pandemi

Kepengurusan 14 : Sumarsone periode kedua 2022-2025
Ketua Sumarsono, Sekretaris Alfian, Bendahara Retna Puspitasari

Masih dalam suasana pandemi pada tahun 2022 diadakan pemilihan ketua koperasi, dan hasilnya terpilihlah Sumarsono sebagai ketuanya dimana ia menjabat untuk periode keduanya setelah periode pertamanya di tahun 2011-2014. Dimasa kepengurusan periode keduanya ekonomi perusahaan masih belum pulih akibat dampak dari pandemi Covid 19, aset koperasipun berkurang drastis akibat berkurangnya anggota secara signifikan ditambah dengan meningkatnya pinjaman anggota untuk kebutuhan harian, sementara dana yang dikelola koperasi sangat terbatas, sehingga terjadi antrian pinjaman yang lama untuk pencairan pinjaman tersebut. Untuk melayani anggota dengan cepat tanpa banyak melibatkan petuga koperasi serta adaptasi perkembangan teknologi, sejak kepengurusannya di periode kedua 2022-2025, koperasi melanjutkan program digitalisasi pelayanan dengan menggunakan aplikasi dari smartphone masing-masing anggota yang didalamnya tersedia fasilitas transaksi dan informasi.

Royono - Pendiri Koperasi
Turidi

Koperasi Menuju E-Commerce Tahun 2025

Kepengurusan ke 15 : Turidi 2025-Sekarang
Ketua Turidi, Sekretaris Marqiano Alfredo, Bendahara Retna Puspitasari

Di era informasi yang serba digital, hampir semua bidang usaha di seluruh dunia memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kemajuan usahanya. Tak ketinggalan juga koperasi yang ada di PT KMI Wire and Cable Tbk ini terus beradaptasi terhadap pola-pola usaha, pelayanan yang memanfaatkan teknologi digital guna menunjang kemajuan usaha serta pelayanan ke anggota agar lebih cepat, akurat dan terpercaya.

Walau kepengurusan koperasi telah berganti ketua, program digitalisasi koperasi terus dilakukan sebagai upaya untuk beradaptasi terhadap perkembanan jaman, di kepengurusan sekarang yang diketuai oleh Turidi, yang dikepengurusan sebelumnya menjabat sebagai seksi pengembangan usaha yang telah diberi kepercayaan oleh ketua sebelumnya untuk melakukan digitalisasi koperasi. Di kepengurusnya saat ini membuka unit usaha baru berbasis digital. Dimana koperasi memasarkan produk berupa barang dan jasa secara online agar bisa menjangkau masyarakat luas. Unit usaha baru ini diberi nama Kokami Elektrik dengan website kokamielektrik.co.id yang menjual produk berbagai jenis kabel listrik dan asesories kelistrikan. Untuk produk jasanya berupa jasa instalasi listrik, jasa perawatan AC serta jasa kebersihan yang dipasarkan melalui website jasa.kokami.org dan melalui media sosial.

Keterangan Tulisan

Penulis : Turidi
Nara sumber sejarah pendirian koperasi : Nizamudin, Hilman Munawar, Sumarsudi, M. Mochtar dan Darmadi.
Nara sumber perkembangan tiap periode : Nizamudin, Noverman Zuwardi, Diaris, Supriadi, Sumarsono, Heriyanto, Royono.